
Lurr..
Kita semua tahu kalau kebanyakan mobil yang mengaspal dijalan saat ini menggunakan mesin bensin ataupun mesin diesel.
Biasanya kalau sedan, hatchback, coupe, itu lebih banyak menggunakan mesin bensin, sedangkan kalau SUV, Jeep itu lebih banyak menggunakan mesin diesel.
Lantas apa perbedaan antara mesin bensin dan diesel?
Selain dari asap dan suara yang mesinnya?
Artikel ini akan membahas perbedaan antara mesin bensin dan diesel dari beberapa tinjauan. Silahkan disimak.
1. Cara Kerja Mesin Besin vs Diesel
Meskipun cara kerjanya tampak serupa karena memiliki siklus kerja yang sama yaitu hisap, kompresi usaha dan buang, tetapi ada perbedaan yang mendasar.
Mesin Bensin:
Pada mesin bensin, ketika proses langkah hisap, campuran udara dan bahan bakar akan masuk kedalam mesin.
Pada langkah selanjutnya, campuran akan dikompresikan dengan dengan tekanan sekitar 9-13 bar dan kemudian dibakar oleh percikan api dari busi.
Bagaimana dengan mesin diesel?
Mesin Diesel:
Pada mesin diesel, ketika proses langkah hisap, mesin hanya menghisap udara saja.
Selanjutnya, udara akan dikompresikan hingga tekanan mencapai lebih dari 16 bar bahkan ada yang sampai 33 bar.
Dan setelahnya, solar akan disemprotkan kedalam silinder sehingga terbakar dan menghasilkan ledakan karena panas kompresi.
Dari perbedaan cara kerja tadi, kita akan tahu kenapa mesin diesel terasa lebih kasar.
2. Efisiensi Bensin Vs Diesel
Secara umum, efisiensi panas dari mesin bensin lebih rendah dibandingkan dengan mesin diesel.
Efesiensi panas yang dimiliki mesin bensin adalah sekitar 25-30%. Ini karena rasio kompresi pada mesin bensin lebih rendah untuk menghindari detonasi yang tidak diinginkan, yang berarti energi yang dihasilkan per satuan bahan bakar juga lebih rendah.
Pada mesin diesel yang memiliki rasio kompresi besar, efisiensi panasnya bisa mencapai 35-45%, bahkan bisa lebih pada diesel modern.
Efisiensi panas yang lebih tinggi pada mesin diesel membuatnya lebih irit bahan bakar dibanding mesin bensin dengan kapasitas yang sama. Namun, mesin bensin lebih responsif dan memiliki putaran mesin lebih tinggi.
3. Perfoma Mesin & Tenaga
Pada mesin bensin biasanya menghasilkan tenaga puncak pada putaran mesin yang lebih tinggi, yang membuatnya cocok untuk kendaraan yang memerlukan akselerasi cepat dan kecepatan tinggi, seperti mobil sport.
Sedangkan pada mesin diesel, torsi yang dihasilkan lebih besar pada putaran mesin rendah.
Torsi besar ini menjadikan mesin diesel ideal untuk kendaraan berat seperti truk, bus, dan mobil dengan kebutuhan daya tarik yang tinggi.
4. Emisi dan Dampak Lingkungan
Mesin bensin cenderung menghasilkan emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) yang lebih tinggi, tetapi emisi partikulat dan nitrogen oksida (NOx) lebih rendah dibandingkan mesin diesel.
Pada mesin diesel, meskipun lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, menghasilkan lebih banyak emisi nitrogen oksida (NOx) dan partikulat.
Dengan kata lain bensin lebih bersih tetapi lebih beracun sedangkan diesel lebih kotor tetapi kadar racunnya lebih sedikit.
5. Perawatan dan Umur Pakai
Mesin bensin umumnya lebih murah untuk dibeli dan dirawat. Karena komponen internalnya tidak mengalami tekanan seberat mesin diesel, biaya perawatannya cenderung lebih rendah.
Namun, mesin bensin cenderung memiliki umur pakai yang lebih pendek dibandingkan mesin diesel.
Sedangkan mesin diesel biasanya lebih tahan lama dan mampu menempuh jarak yang lebih jauh sebelum memerlukan perbaikan besar.
Namun, perawatan mesin diesel bisa lebih mahal karena komponen seperti injektor bahan bakar dan turbocharger yang lebih kompleks dan sensitif.
6. Penggunaan dan Pilihan Kendaraan
Mesin bensin lebih umum digunakan pada mobil penumpang, sepeda motor, dan kendaraan ringan lainnya yang tidak memerlukan tenaga tarik besar.
Mobil dengan mesin bensin biasanya lebih halus, lebih ringan, dan lebih cepat dalam hal akselerasi.
Mesin diesel lebih sering digunakan pada kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan komersial, serta beberapa jenis mobil penumpang yang membutuhkan efisiensi bahan bakar yang tinggi dan torsi besar.
Mesin ini juga banyak digunakan pada peralatan industri dan kapal laut.
Kesimpulan
Mesin bensin dan diesel memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada kebutuhan dan aplikasi penggunaannya. Mesin bensin menawarkan akselerasi yang lebih cepat dan biaya perawatan yang lebih rendah, tetapi dengan efisiensi bahan bakar yang lebih rendah.
Sebaliknya, mesin diesel menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan torsi yang lebih besar, tetapi dengan biaya perawatan yang lebih tinggi dan potensi emisi yang lebih besar.
Memilih antara mesin bensin dan diesel bergantung pada preferensi pribadi, kebutuhan kendaraan, dan bagaimana kendaraan akan digunakan.
Dengan memahami perbedaan utama ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan Anda.