Mesin mobil adalah jantung kendaraan untuk mengghasilkan tenaga sehingga mobil bisa bergerak.
Karena teknologi mesin dikembangkan secara terus menerus, maka munculah jenis-jenis mesin mobil yang akhirnya diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek.
Mulai dari tipe mesinnya, kemudian dari desain mesin, hingga teknologi yang digunakan.
Disini saya akan membagikan catatan montirpedia tentang jenis-jenis mesin dari beberapa kategori. Ini merupakan lanjutan dari topik bagian-bagian kendaraan yang saya bagikan sebelumnya.
Silahkan simak, supaya teman-teman lebih paham tentang mobil.
Klasifikasi Berdasarkan Sistem Penggerak & Sumber Energi

Klasifikasi pertama adalah berdasarkan jenis bahan bakar atau tenaga yang digunakan :
1. Mesin bensin
Menggunakan bahan bakar bensin dengan bantuan percikan busi untuk pembakaran. Umum digunakan pada mobil penumpang karena karakteristiknya halus dan responsif.
Pada prakteknya beberapa mesin bensin bisa dikonversi menjadi mesin CNG, LPG atau Alkohol.
2. Mesin Diesel
Menggunakan solar dengan sistem pembakaran kompresi udara tinggi (tanpa busi). Menghasilkan torsi besar (kuat menanjak) dan sangat ekonomis.
Mesin ini populer pada SUV dan kendaraan niaga. Walaupun di luar negeri banyak juga sedan yang menggunakan mesin diesel, namun kurang populer di Indonesia
3. System Hybrid (HEV)
Memadukan dua penggerak sekaligus: internal combustion engine (motor bakar) dan motor listrik yang bekerja bergantian secara otomatis.
Saat start atau macet, mobil memakai motor listrik. Saat akselerasi, mesin bensin menyala. Sistem ini memangkas emisi, sangat irit, dan bebas cemas kehabisan baterai.
4. Motor Listrik (EV/Electric Vehicle)
Mengubah energi listrik murni dari baterai tegangan tinggi menjadi tenaga mekanis (gerak). Tidak memiliki mesin bakar, sangat ramah lingkungan, bebas emisi, dan senyap.
Tantangannya saat ini adalah waktu pengisian daya (charging) yang masih relatif lama.
5. Hidrogen (FCEV)
Memanfaatkan reaksi kimia antara gas hidrogen dan oksigen di dalam komponen Fuel Cell untuk menghasilkan listrik. Listrik inilah yang menggerakkan motor.
Sangat bersih karena emisi yang keluar dari knalpot hanyalah air murni (H2O). Saat ini sebagian besar masih dalam tahap pengembangan menuju produksi massal masa depan
Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Desain Gerakan
1. Reciprocating (Mesin Bolak Balik)
Pada mesin Reciprocating, tenaga dihasilkan dari gerakan naik-turun piston melewati 4 siklus (isap, kompresi, usaha, buang). Gerakan lurus bolak-balik ini kemudian diubah menjadi gerak putar oleh poros engkol (crankshaft) untuk memutar roda
2. Rotary (Mesin Wankel)
Menggunakan rotor berbentuk segitiga yang berputar di dalam ruang bakar berbentuk oval. Mesin ini sangat compact, ringan, dan bertenaga tinggi pada putaran atas (sempat populer di mobil balap).
Sayangnya, saat ini sudah jarang dikembangkan karena kendala efisiensi bahan bakar dan emisi
Berdasarkan Jumlah Langkah (Stroke)
1. Mesin 2 Tak (2-Stroke)
Menghasilkan satu kali tenaga usaha hanya dalam dua langkah piston (satu putaran poros engkol).
Karena menghasilkan emisi gas buang yang tinggi dan boros oli samping, mesin tipe ini sudah tidak digunakan lagi pada mobil modern.
2. Mesin 4 Tak (4-Stroke)
Menghasilkan satu kali tenaga usaha melalui empat langkah piston (dua putaran poros engkol), yaitu isap, kompresi, usaha, dan buang. Tipe ini adalah standar universal yang digunakan pada hampir seluruh mobil bensin dan diesel saat ini.
Jenis Mesin Berdasarkan Susunan Silindernya

1. Inline
Silinder disusun dalam satu baris. Tipe ini banyak digunakan karena konstruksinya sederhana. Mesin inline yang paling banyak dijumpai pada mobil adalah mesin inline 3 silinder, 4 silinder dan 6 silinder. Untuk yang jarang ditemui adalah inline 5 silinder dan 8 silinder
2. Tipe V
Blok silinder disusun miring membentuk huruf “V”. Desain ini membuat dimensi mesin lebih pendek dan ringkas. Populer dalam konfigurasi V6, V8, dan V12 (V10 relatif jarang). Ada juga varian VR dengan sudut kemiringan sangat sempit (15 derajat)
3. Tipe W
Menggabungkan dua konfigurasi mesin tipe VR atau mesin V sudut sempit, sehingga membentuk huruf W. Tipe blok ini lebih banyak digunakan pada mobil group VW.
4. Tipe Boxer (Horizontal)
Silinder disusun mendatar dan bergerak saling berlawanan arah. Desain ini membuat pusat gravitasi mobil menjadi lebih rendah, meningkatkan stabilitas (ciri khas pabrikan seperti Subaru dan Porsche)
Jenis Mesin Berdasarkan Mekanisme Katup

1. Tipe Over Head Valve (OHV)
Mekanisme katup ini sudah jarang ditemui pada mesin baru. Penempatan camshaft (poros nok) pada blok silinder dibantu dengan valve lifter dan push rod diantara rocker arm.
2. Tipe Single Over Head Camshaft (SOHC)
Pada tipe ini, camshaft ditempatkan diatas kepala silinder dan cam akan menggerakkan rocker arm langsung. Camshaft digerakkan oleh crankshaft melalui rantai atau tali penggerak (drive belt)
3. Tipe Double Over Head Camshaft (DOHC)
Dua camshaft ditempatkan pada kepala silinder untuk menggerakkan masing-masing katup masuk dan katup buang. Umumnya camshaft akan membuka dan menutup katup langsung tanpa adanya rocker arm.
4. Tipe Camshaft In Head (CIH)
Camshaft diletakkan pada kepala silinder sama seperti tipe SOHC, hanya saja camshaft akaan menggerakkan hidraulic lift kemudian rocker arm baru kemudian menuju ke katup.
Jenis Mesin Berdasarkan Sistem Bahan Bakar
1. Sistem bahan bakar karburator
Sistem ini digunakan pada mesin bensin produksi lama. Untuk mencampur udara dan bahan bakar, mesin ini mengandalkan karburator yang terpasang pada intake manifold.
2. Electronic Fuel Injection (EFI)
Karena sistem bahan bakar karburator dianggap tidak mampu memenuhi aturan emisi gas buang dan efisiensi maka teknologinya diganti dengan sistem injeksi.
Karburator digantikan dengan injektor pada masing-masing lubang intake manifold. Dengan adanya sistem elektronik, penyemprotan bahan bakar disesuaikan dengan banyaknya udara yang masuk secara akurat.
3. Gasoline Direct Injection (GDI)
Masih pada mesin bensin, ada teknologi sistem bahan bakar injeksi langsung. Perbedaanya dengan EFI diatas adalah penginjeksian bahan bakar langsung kedalam ruang bakar.
4. Dual Petrol Injection System
Karena dirasa belum efisien, maka dibuatlah teknologi ini. Jadi setiap silinder akan memilik dua buah injektor. Satu tekanan rendah seperti pada EFI dan satu lagi tekanan tinggi seperti pada GDI
5. Diesel Konvensional
Mesin dengan sistem bahan bakar diesel konvensional masih banyak digunakan. Pengaturan penyemprotan bahan bakar solar pada nozzle masih secara mekanis.
Sistem bahan bakar konvensional sendiri memiliki dua tipe pompa bahan bakar yaitu tipe distributor dan juga tipe in-line.
6. Common Rail Direct Injection
Sebenarnya sebelum ke common rail, tipe diesel konvensional juga dikembangkan dengan dikontrol secara elektronik. Pada sistem common rail ini, sistem pengabutan bahan bakar lebih baik karena tekanan bahan bakar pada sistem sangat tinggi.
Mesin diesel sekarang umumnya sudah menggunakan teknologi ini.
Catatan Montirpedia
Sepertinya masih ada beberapa kategori jenis mesin mobil yang bisa kita temui pada kendaraan. Hanya saja kategori jenis mesin mobil diatas yang paling umum dibahas.