Apa Untungnya Mengisi Air Radiator Mobil Pakai Air Biasa?

dampak air radiator pakai air biasa

Walaupun tidak banyak, tetapi saya beberapa kali ketemu mobil-mobil yang mengisi air radiator pakai air biasa.

Apa untungnya?

“Tinggal ambil dari keran & nggak keluar duit” kalau kata teman saya.

Ada benarnya juga.

Tapi mungkin untung untuk sementara, kebanyakan mobil yang saya jumpai disini malah jadi keluar uang banyak untuk ganti komponen.

Meskipun saya juga tidak tutup mata, ada juga yang merasa mobilnya tetap baik-baik saja sampai sekarang. Paling kekuningan dikit dan dianggap wajar.

Jadi amankah mengisi air radiator mobil dengan air biasa?

Untuk yang ingin tahu jawabannya, silahkan simak artikel ini, karena saya akan bagikan pengalaman montirpedia ketika berjibaku dengan air biasa.

Bolehkah Mengisi Air Radiator Mobil Pakai Air Biasa?

Jangan ya dek ya.

Kecuali darurat, misalkan sedang dijalan dan ternyata air radiator kurang karena ada kebocoran. Karena air biasa gampang untuk didapatkan. Daripada mobil kehabisan cairan radiator dan berakibat overheat yang semakin parah.

Akan tetapi, penggunaan air biasa punya resiko yang bisa berdapak buruk pada mesin dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa mengisi air radiator dengan air biasa kurang dianjurkan.

1. Potensi Karat & Korosi

Air biasa mengandung mineral dan zat-zat lain yang dapat meningkatkan risiko korosi pada komponen-komponen dalam sistem pendingin.

Meskipun memang harus diakui kalau ada beberapa tempat yang air nya tidak terlalu ganas, tetapi ada juga yang ganas sehingga cepat menimbulkan karat.

Korosi dapat merusak pipa-pipa, pompa air, radiator, dan bagian-bagian penting lainnya. Ini bisa menyebabkan kebocoran atau kerusakan yang memerlukan perbaikan mahal.

Seperti contoh gambar diatas. Mobilnya datang dengan keluhan bunyi-bunyi dan ada kebocoran air. Ternyata waterpump-nya sudah berkarat ketika di bongkar.

2. Overheating (Panas Berlebih)

Penggunaan air biasa dapat mengurangi efektivitas pendinginan karena air memiliki titik didih lebih rendah dibandingkan dengan cairan pendingin khusus. Hal ini dapat menyebabkan risiko overheat mesin.

Tetapi sepertinya efek ini jarang dirasakan langsung. Apalagi kalau sistem pendingin mesin mobilnya masih yang tekanan rendah.

Lain cerita kalau pemakaian air biasa sudah lama dan sudah terlanjur menyebabkan karat pada komponen sistem pendingin. Thermostat mungkin jadi macet dan tidak mau membuka, waterpump juga bisa tidak bekerja dengan baik. Ini yang akan menyebabkan overheat.

3. Risiko Pembekuan pada Suhu Dingin

Di musim dingin, air biasa dalam sistem pendingin dapat membeku dan merusak komponen-komponen mesin karena air memiliki titik beku yang lebih tinggi daripada cairan pendingin khusus.

Pembekuan ini dapat merusak pipa-pipa, radiator, atau bahkan blok silinder mesin.

Tentunya hal ini tidak berlaku di negara kita. Tetapi sengaja tetap saya masukkan agar teman-teman tahu bahwa anti beku itu hanya salah satu komponen kecil saja dalam air radiator

4. Biaya Perbaikan yang Tinggi

Kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan air biasa dalam sistem pendingin dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang signifikan.

Perbaikan yang terkait dengan korosi, kebocoran, atau kerusakan komponen mesin bisa jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya mengganti coolant secara berkala.

Yang pernah saya temui, kita harus sampai turun kepala silinder mesin untuk memperbaiki efek keropos pada paking kepala silinder. Dan biayanya tentu tidak murah, apalagi jika dibandingkan dengan membeli coolant.

Tips Memilih Air Radiator yang Tepat

Kalau teman-teman mau aman, gunakan coolant yang direkomendasikan pabrik dan original dari pabrikannya.

Tetapi kadang harganya memang lebih mahal.

Kalau untuk air radiator yang ada dipasaran juga sebenarnya juga tidak masalah. Apalagi kalau untuk mobil jepang biasanya tidak terlalu rewel. Yang repot memang untuk mobil Eropa, sebaiknya tidak sembarangan membeli coolant yang asal.

Tetapi secara umum memang ada beberapa tips untuk memilih coolant yang bisa teman-teman terapkan:

1. Pilih Coolant yang Berkualitas

Coolant yang baik harus mengandung bahan yang mampu mencegah pembekuan pada suhu rendah dan melindungi komponen mesin dari korosi.

Pastikan untuk memeriksa label produk coolant sebelum membelinya. Biasanya juga disana akan mencantumkan bukti bahwa coolant tersebut sudah terstandarisasi. Bandingkan dengan panduan mobil yang teman-teman miliki apakah coolant tersebut sesuai dengan spesifikasi pabrikan.

2. Pastikan Kadar PH Coolant

PH cairan radiator juga penting untuk diperhatikan. Coolant yang ideal memiliki kadar PH di rentang 8,3 -9,5 sehingga tidak akan menyebabkan korosi pada sistem pendingin.

Hindari coolant dengan PH asam, karena dapat merusak komponen logam pada mesin

3. Hindari Mencampur Berbagai Jenis Coolant

Mencampurkan berbagai jenis coolant bisa menyebabkan reaksi kimia yang tidak kita inginkan. Apalagi kalau bahannya bertentangan. Tentunya efeknya tidak kita inginkan

Jika ingin mengganti coolant, pastikan untuk menguras sistem pendingin terlebih dahulu sebelum mengisi dengan cairan baru. Walaupun proses ini terkadang memakan waktu.

Kenapa Harus Menggunakan Coolant yang Tepat?

Penggunaan coolant yang tepat bisa berpengaruh terhadap perfoma dan usia mobil. Dengan memilih coolant yang sesuai, kita bisa memastikan kinerja mesin lebih optimal karena sistem pendingin bekerja dengan baik.

Kita juga jadi lebih yakin bisa bekendara dengan aman karena komponen sistem pedingin tidak rawan berkarat dan bocor sehingga terhindar overheating karena kasus ini.

Jadi ?

Menggunakan cairan pendingin khusus yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan adalah pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan mesin dan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh korosi, overheat, atau pembekuan.

Melakukan perawatan rutin terhadap sistem pendingin akan memastikan performa yang optimal dan umur pakai mesin yang lebih panjang. Apalagi mengingat risiko dan biaya yang terkait dengan penggunaan air biasa, penting untuk selalu menggunakan cairan pendingin khusus pada radiator mobil Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

Scroll to Top