
Micrometer sering digunakan dalam pekerjaan di bengkel.
Contoh yang paling sering adalah mengukur diameter poros engkol, diameter piston, ketebalan valve lifter atau ketika ingin menggunakan cylinder bore gauge.
Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas cara membaca micrometer dan cara menggunakannya dengan contoh aplikasinya di otomotif.
Apa itu Micrometer?
Micrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Alat ini lebih teliti dari pada vernier caliper karena dapat mengukur sampai ketelitian 0,01 bahkan sekarang ada yang sampai 0,001 mm.
Namun ketebalan yang dapat diukur oleh micrometer itu terbatas. Umumnya hanya memiliki jangkauan maksimal 25 mm.
Jadi di bengkel terkadang kita harus menyediakan beberapa ukuran seperti:
- 0-25 mm
- 25-50 mm
- 50-75 mm
- 75-100 mm atau mungkin lebih.
Bagian-bagian Micrometer
Sebelum kita mengukur, mari kita pelajari bagian-bagian micrometer.
Frame adalah rangka utama mikrometer yang berbentuk C.
Outer sleeve, disini terdapat skala utama atau skala pengukuran untuk menentukan nilai kasar suatu pengukuran.
Timble, disini terdapat skala nonius atau skala pengukuran untuk menentukan nilai desimal suatu pengukuran.
Bagian lain dari micrometer adalah anvil atau poros tetap, Spindle atau poros geser, ratchet dan pengunci micrometer.
Bagaimana Cara Menggunakannya?
Sebelum menggunakan micrometer, kita harus melakukan kalibrasi. Tujuannya agar skala utama dan skala nonius bisa sinkron.
Caranya, putar timble hingga spindle menyentuh anvil. Untuk micrometer ukuran 25 mm keatas, kita perlu menambahkan batang kalibrasi ini.
Pastikan garis horisontal pada skala utama lurus pada garis nol pada skala nonius.
Kalau belum lurus, putar skala utama menggunakan kunci khusus yang sudah disediakan.
Apabila garisnya sudah lurus, kita sudah bisa gunakan micrometer untuk mengukur.
Objek yang akan diukur diletakkan diantara anvil dan spindle. Lalu putar ratchet hingga spindle bergeser menjepit objek yang akan diukur. Putar ratchet stopper perlahan-lahan hingga berbunyi 2-3 kali klik.
Setelah itu putar pengunci micrometer untuk menjaga spindle tidak berubah posisi.
Selanjutnya Baca Hasil Pengukuran

Untuk membaca hasil pengukuran micrometer, …….
…..pertama mulai dari nilai kasar pengukuran. Nilai ini bisa dilihat dari garis terakhir skala utama yang dilewati timble.
Pehatikan ada garis atas dan garis bawah.
Untuk garis atas, setiap stripnya adalah 1 mm. Sedangkan bawah juga 1 mm tetapi ada ditengah-tengah garis atas. Sehingga garis bawah nilainya dianggap setengah. Misal disini 1, disini 1,5.
Jadi kalau seperti gambar diatas hasil nilai kasarnya adalah 64 mm. Perhatikan baik-baik ya, ini yang sering salah karena dianggap sudah 65 mm padalah belum.
Karena timble sudah melewati garis bawah, maka 64 + 0,50 = 64,50
Selanjutnya adalah pembacaan sekala nonius.
Perlu diketahui bahwa skala nonius memiliki 50 garis dimana setiap garis memiliki nilau 0,01 mm. Jadi untuk melihat nilainya, kita cukup melihat garis yang paling lurus dengan garis horizontal pada skala utama.
Pada pengukuran diatas, garis yang paling lurus adalah 46 atau dibaca 0,46 mm
Jadi hasil pengukurannya adalah
- Pembacaan skala di atas garis 64 mm
- Pembacaan skala di bawah garis 0,50 mm
- Pembacaan skala timble 0,46 mm
- Pembacaan akhir 64,96 mm
Latihan Pengukuran
Mari kita latihan dengan mengukur valve lifter ini,

Pastinya micrometer sudah dikalibrasi terlebih dahulu dan hasilnya adalah
- Pembacaan skala di atas garis 5 mm
- Pembacaan skala di bawah garis 0,00 mm
- Pembacaan skala timble 0,35 mm
- Pembacaan akhir 5,35 mm
Untuk selanjutnya silahkan latihan mandiri dengan membaca hasil pengukuran diameter piston ini ya.

Silahkan jawabannya ditulis di kolom komentar
Cek Video Pembelajaran Cara Menggunakan Micrometer dibawah ini
Soon