12 Komponen Mesin pada Mobil dan Fungsinya Masing-masing

Mesin adalah perangkat yang dirancang untuk mengubah satu bentuk energi menjadi energi mekanik. Karena begitu pentingnya, mesin sering disebut sebagai jantung sebuah mobil.

Pada pembahasan ini, kita akan melihat komponen mesin pada mobil dan fungsinya masing-masing.

Komponen Utama Mesin Mobil

Berikut ini adalah bagian utama mesin mobil yang meliputi :

  1. Blok Silinder (Cylinder Block)
  2. Kepala Silinder (Cylinder Head)
  3. Gasket (Cylinder Head Gasket)
  4. Bak Oli (Oil Pan)
  5. Piston
  6. Ring Piston
  7. Pen Piston
  8. Batang Piston (Connecting Rod)
  9. Poros Engkol (Crankshaft)
  10. Bearing Crankshaft
  11. Roda Gila (Flywheel)
  12. Mekanisme Katup

Mari kita bahas setiap bagian ini secara lebih rinci


1. Blok Silinder (Cylinder Block)

komponen mesin mobil

Blok silinder adalah struktur utama mesin. Bagian utama blok sililender adalah:

  • Silinder, sebagai tempat piston bergerak naik dan turun.
  • Saluran pelumasan
  • dan saluran air pendinginan (water jacket)

Materialnya umumnya terbuat dari besi tuang atau paduan aluminium yang sanggup untuk menahan tekanan dan suhu tinggi.

Dibawah blok silinder terdapat bak engkol atau crankcase. Selain itu di bagian lain terdapat mekanisme penggerak contohnya adalah timing chain.

2. Kepala Silinder (Cylinder Head)

komponen mesin: kepala silinder

Kepala silinder adalah bagian atas mesin yang menutup ruang bakar. Biasanya terbuat dari aluminium atau besi tuang.

Di dalamnya terdapat ruang bakar, katup, dan mekanisme penggeraknya. Kepala silinder juga berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar dan udara ke dalam ruang bakar serta mengeluarkan gas buang melalui exhaust.

3. Gasket (Cylinder Head Gasket)

Gasket kepala silinder letaknya ada diantara cylinder block dan cylinder head. Fungsinya adalah untuk mencegah kebocoran gas pembakaran, air pendingin dan oli.

Gasket kepala silinder harus tahan panas dan tekanan. Umumnya gasket dibuat dari gabungan carbon dengan lempengan baja.

4. Oil Pan (Bak Oli)

Oil pan adalah wadah yang menampung oli mesin yang berfungsi sebagai pelumas mesin. Terletak di bagian bawah blok silinder dibaut pada crankcase.

Bak oli dilengkapi dengan separator untuk menjaga oli tetap stabil saat mobil berada dalam posisi miring. Selain itu bak oli dirancang agar pompa oli tidak kekurangan oli setiap saat.

Pada bagian bawah terdapat baut penyumbat oli yang berfungsi untuk mengeluarkan oli mesin bekas.

5. Piston (Torak)

Yang dimaksud dengan piston adalah komponen yang bergerak naik turun di dalam silinder. Piston ini mengubah tekanan hasil pembakaran menjadi gerakan mekanik yang memutar crankshaft.

Piston juga dilengkapi dengan ring yang mencegah kebocoran gas pembakaran dan membantu memindahkan panas ke dinding silinder.

6. Ring Piston

Ring piston dipasang dalam alur ring pada piston. Umumnya dibuat dari baja tuang spesial yang tidak akan merusak dinding silinder.

Jumlah ring piston pada mesin umumnya 3 sampai 4 ring piston untuk setiap piston.

Ring piston mempunyai 3 peranan penting:

  • Mencegah kebocoran campuran udara dan bahan bakar selama langkah kompresi dan usaha
  • Mencegah oli yang melumasi piston dan silinder masuk ke dalam ruang bakar
  • Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder untuk membantu mendinginkan piston

7. Pen Piston

Piston pin menghubungkan piston dengan bagian ujung yang kecil (small end) pada connecting rod. Komponen ini meneruskan tekanan pemabakaran dari piston ke connecting rod.

8. Connecting Rod (Batang Piston)

Batang piston menghubungkan piston dan poros engkol. Fungsi utama batang piston adalah meneruskan tenaga dorong dari piston dan merubahnya menjadi gerakan putar poros engkol.

Connecting rod harus dipasangkans sesuai tanda. Bila salah pemasangan akan menutup lubang oli.

9. Poros Engkol (Crankshaft)

Fungsi Crankshaft mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan putaran yang pada akhirnya digunakan untuk menggerakkan roda kendaraan.

Crankshaft harus mampu menahan beban tinggi dan dibuat dari baja karbon untuk kekuatan dan daya tahan yang maksimal.

10. Bearing poros engkol

Crank pin dan crank journal menerima beban dari piston saat pembakaran dan berputar pada putaran tinggi.

11. Roda Gila (Flywheel)

Flywheel adalah roda gila yang berfungsi untuk menyimpan energi rotasi dan menjaga kestabilan putaran mesin.

Komponen ini juga membantu dalam proses start mesin dan menjaga kelancaran kerja mesin saat terjadi perubahan beban.

12. Mekanisme Katup

Mekanisme katup dirancang agar ketika poros engkol berputar dua kali, poros nok berputar satu kali.

Fungsi poros nok (camshaft) adalah untuk mengontrol pembukaan dan penutupan katup sesuai waktunya dengan tepat. Poros nok ini berputar berdasarkan putaran dari poros engkol melalui timing belt atau rantai timing.

Kebanyakan poros nok terletak di bagian kepala silinder tetapi beberapa model lama ada di dalam blok silinder. Semua tergantung dari tipe mekanisme katup yang digunakan. Apakah SOHC (Single Overhead Camshaft), DOHC (Double Overhead Camshaft) atau mekanisme katup yang lainnya.

Kesimpulan

Setiap komponen mesin memiliki peran penting dalam kinerja kendaraan. Mulai dari kepala silinder yang menjadi rumah bagi sistem katup, hingga flywheel yang menjaga kestabilan putaran mesin, semuanya bekerja bersama untuk menghasilkan tenaga yang efisien dan optimal. Dengan memahami fungsi dari tiap komponen, kita dapat lebih mudah dalam melakukan perawatan dan troubleshooting jika terjadi masalah pada mesin.

Semoga artikel ini membantu dalam memahami lebih dalam tentang komponen mesin kendaraan!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

Scroll to Top