
Pada topik kali ini saya ingin membahas tentang sistem rem pada mobil.
Jadi untuk teman-teman yang ingin tahu tentang apa itu sistem rem, apa saja komponen sistem rem, dan bagaimana prinsip kerja sistem rem, silahkan simak artikel ini.
Artikel ini saya buat sebagai panduan untuk calon mekanik dan untuk teman-teman yang hobi mobil. Mungkin nanti saya akan tambahkan beberapa informasi tambahan dari pengalaman montirpedia.
Apa itu Sistem Rem?
Sistem rem dirancang untuk mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan atau memungkinkan untuk parkir.
Sistem ini sangat penting pada kendaraan dan berfungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendaraan aman.
Dalam proses kerjanya, sistem rem melibatkan banyak komponen mulai dari kampas rem, rotor cakram, tromol, minyak rem dan beberapa komponen lainnya. Komponen akan semakin banyak jika sistem rem sudah dilengkapi dengan ABS, ESP, dan teknologi lainnya.
Apabila salah satu komponen rusak, maka sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik.
3 Fungsi Sistem Rem
Pada dasarnya sistem pengereman berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan.
Karena kalau mobil tidak bisa melambat bahkan berhenti karena rem tidak berfungsi, pastinya tidak kebayang jadinya seperti apa.
Dengan kata lain sistem rem dapat menjamin keamanan dan keselamatan para pengendara. Berikut adalah fungsi dari sistem rem :
- Mengurangi kecepatan dan menghentikan laju kendaraan
- Memungkinkan kendaraan berhenti di tempat yang menurun
- Sebagai alat pengaman dan menjamin pengendaraan yang aman.
Komponen Utama Sistem Rem
Sistem rem pada mobil terdiri dari berbagai komponen yang bekerja sama untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan dengan aman.
Berikut adalah penjelasan masing-masing komponen:
1. Pedal Rem
Pedal rem adalah komponen yang diinjak oleh pengemudi untuk mengaktifkan sistem rem. Saat ditekan, pedal rem akan mengirimkan tekanan ke sistem hidrolik untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan.
2. Booster Rem
Booster rem berfungsi untuk memperbesar tenaga yang diberikan oleh pengemudi saat menginjak pedal rem.
Dengan adanya booster, pengemudi tidak perlu menekan pedal dengan keras untuk mendapatkan daya pengereman yang optimal.
Biasanya, booster rem bekerja dengan bantuan vakum dari mesin atau pompa vakum seperti pada mobil diesel atau mobil bensin yang dilengkapi turbo.
3. Master Cylinder (Master Rem).
Master rem berfungsi sebagai pompa utama yang merubah tekanan mekanis menjadi tekanan hidrolik. Ketika rem di injak, master rem akan mengirimkan fluida rem melalui pipa menuju kaliper atau silinder roda untuk menekan kampas rem.
4. Pipa dan selang rem.
Pipa dan selang rem adalah saluran yang menghubungkan master rem dengan komponen lainnya, seperti kaliper atau silinder roda.
Agar sistem bekerja dengan baik, maka minyak rem bertekanan tinggi di alirkan melalui pipa dan selang mengalirkan minyak rem bertekanan tinggi.
Pada bagian roda, terpasang selang fleksible yang kuat dan khusus karena tidak memungkinkan jika menggunakan pipa. Terutama pada mobil dengan suspensi independent.
5. Katup Proposional (Katup P)
Komponen ini mengatur tekanan fluida rem antara roda depan dan belakang. Biasanya, roda belakang mendapatkan tekanan lebih kecil agar tidak mudah terkunci saat pengereman mendadak, terutama pada mobil dengan penggerak roda depan.
Katup P ini mulai jarang ditemui dan bahkan sudah ditinggalkan karena mobil sudah dilengkapi dengan ABS. Walaupun saya juga pernah melihat mobil sudah ABS tetapi masih menggunakan katup P.
6. Rem Cakram
Rem cakram bekerja dengan menggunakan kaliper yang menekan kampas rem ke cakram (disk) untuk memperlambat putaran roda.
Dibanding rem tromol, rem cakram lebih efisien karena kemampuan membuang panas yang baik, dan tentunya rem cakram lebih responsif dibandingkan rem tromol.
7. Rem Tromol
Rem tromol bekerja dengan cara menekan sepatu rem ke bagian dalam tromol yang berputar bersama roda.
Biasanya, rem tromol digunakan pada roda belakang karena lebih murah dalam perawatan dan memiliki daya cengkeram yang kuat dalam kondisi tertentu seperti parkir.
8. ABS (Anti-lock Braking System)
ABS adalah sistem elektronik yang mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Sonsor ABS akan mendeteksi jika roda yang berhenti berputar terlalu cepat dan mengatur tekanan rem secara otomatis agar mobil tetap bisa dikendalikan.
Dengan memahami komponen-komponen ini, kita bisa lebih memahami cara kerja sistem rem dan pentingya perawatannya.
Bagaimana Cara Kerja Sistem Rem Mobil
Cara kerja sistem rem pada dasarnya mengubah energi gerak menjadi energi panas. Energi panas ini didapatkan ketika kita melakukan pengereman.
Ketika rem diinjak, maka tekanan akan diteruskan oleh master silinder, kemudian dirubah menjadi tekanan hidrolis.
Pada saat ini, tekanan pedal rem dibantu oleh tenaga dari booster rem yang memanfaatkan kevakuman dari mesin ataupun pompa vakum.
Selanjutnya tekanan minyak rem akan di teruskan menuju masing-masing roda melalui pipa dan selang rem.
Pada rem tromol, Silinder roda akan menekan sepatu rem sehingga bergesekan dengan tromol rem.
Sedangkan pada rem cakram, piston didalam kaliper rem akan menekan brake pad sehingga menjepit cakram atau piringan rem.
Karena bergesekan, maka energi gerak roda akan dirubah menjadi energi panas dan mobil bisa berhenti.
Tetapi pembahasan ini berlaku untuk rem kaki sistem hidrolis tanpa ABS ya. Karena untuk ABS kita bahas terpisah.
Catatan Tambahan
3 Tipe Rem Mobil
Rem yang digunakan pada mobil ada beberapa tipe, tergantung pada penggunaannya.
- Rem kaki (foot brake) : Awalnya berupa rem mekanis, tetapi sekarang kebanyakan adalah rem hidraulis dan pneumatik (angin).
- Rem parkir (parking brake) : digunakan terutama ketika memarkir kendaraan. Umumnya menggunakan rem mekanis yang dihubungkan dengan rem roda belakang ataupun ditengah (center brake). Untuk saat ini juga ada banyak kendaraan yang menggunakan teknologi electric parking brake.
- Rem Tambahan (auxilary brake) digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk diesel dan kendaraan berat.
Sebenarnya ada istilah lain yaitu engine brake, tetapi engine brake ini tidak kita bahas dalam artikel ini.
Tips Pemeriksaan Sistem Rem
- Pedal rem harus memiliki gerak bebas yang cukup dan ketika diinjak tidak boleh sampai dasar lantai.
- Untuk memastikan booster rem bekerja, kita cukup dengan menginjak rem, hidupkan mobil dan rasakan apakah pedal turun (tidak sampai lantai). Tahan pedal rem dan matikan mesin, seharusnya pedal rem tidak terdorong keatas.
- Ketika menginjak rem dan pedal rem turun sampai dasar, kita musti periksa apakah master rem bocor atau mungkin ada kebocoran ditempat lain. Jika tidak ada kebocoran fisik, kemungkinan master remnya mulai lemah.
- Ganti cairan rem secara berkala.
- Periksa brake pad dan sepatu rem, jika perlu ganti.
Pastikan untuk selalu memeriksakan rem mobil Anda ke bengkel terpercaya untuk mencegah masalah serius di kemudian hari. Dengan begitu, Anda dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang