
Banyak orang mengira turun mesin itu adalah nasib buruk yang datang tiba-tiba.
Salah besar!
Di dunia otomotif, turun mesin adalah akumulasi dari sikap cuek yang dipelihara. Mesin mobilmu itu jujur, dia selalu memberikan alaram sebelum akhirnya menyerah jadi rongsokan besi.
Masalahnya, banyak pemilik mobil yang lebih memilih “berdoa” daripada melakukan diagnosa.
Kalau kamu melihat tanda-tanda ini, kamu sedang berada di persimpangan: Perbaiki sekarang, atau bayar biaya besar untuk biaya bongkar mesin nanti.
1. Air Radiator Sering Berkurang
Sering menambah air radiator itu bukan perawatan, tapi itu tanda bencana.
Kalau kamu harus isi ulang coolant setiap minggu, artinya ada kebocoran yang sedang bersembunyi. Entah itu tutup radiator yang sudah lemah, kebocoran halus di selang, atau paling horor karena gasket head mulai melenting sehingga air masuk ke ruang bakar.
Membiarkan air berkurang sama saja dengan membiarkan mesinmu perlahan-lahan memanggang dirinya sendiri sampai overheat.
Dan ingat, mesin yang kepanasan tidak akan pernah “sembuh” sendiri. Cari bocornya sekarang, atau siapkan uang jutaan untuk turun mesin nanti.
2. Jarum Temperatur Naik Turun (Overheat Ringan)
Banyak pemilik mobil merasa aman selama jarum suhu belum mentok garis merah walaupun sudah agak naik. Apalagi kalau setelah mobil dijalankan temperatur turun lagi.
Ini kesalahan.
Jarum temperatur yang naik turun itu pertanda kalau sistem pendinginmu sudah kehilangan kendali. Ibarat orang demam yang suhunya naik turun itu tandanya ada infeksi yang sedang menyerang.
Resikonya adalah overheat dan cylinder head melengkung karena terlalu panas. Kompresi jadi bocor, air masuk keruang bakar dan harus rela keluar jutaan untuk meratakan kembali blok mesin yang sudah melenting atau harus ganti.
3. Oli Mesin Cepat Berkurang
Kalau kamu mendapati stik oli (dipstick) menunjukkan level di bawah garis minimal padalah jadwal ganti oli masih jauh, berhentilah merasa tenang.
Oli tidak menguap begitu saja seperti air jemuran.
Jika oli berkurang, hanya ada dua kemungkinan yaitu bocor keluar atau terbakar didalam. Jika ada tetasan oli di lantai atau mesin terlihat jorok karena rembesan oli yang terkena debu, perbaikannya cukup ganti seal karet atau paking saja.
Tetapi jika tidak ada tetesan oli di lantai dan mesin juga terlihat kering tetapi olinya hilang, ini pertanda horor.
Oli kemana?
Oli ini menyelinap masuk ke ruang bakar karena ring piston yang sudah lemah atau seal klep yang sudah keras.
Dalam kondisi ini jangan memilih “jalan pintas” dengan cara menambah oli terus menerus setiap minggu. Mungkin terkesan murah, tapi ini bisa jadi bom waktu untuk mesin ketika kita lengah.
4. Mesin Mulai Kasar
Mesin yang mulai berubah kasar mungkin hanya akan dirasakan oleh pemilik mobil yang benar-benar peduli.
Ini mungkin bukan suara ngelitik (knocking) tetapi suara gesekan kasar yang terasa lebih berat, seolah-oleh mesin sedang bekerja berat dan logam saling beradu.
Suara kasar adalah suara gesekan. Dan gesekan menghasilkan gram-gram logam halus. Gram ini akan ikut bersirkulasi ke seluruh bagian mesin, merusak komponen lain yang tadinya masih sehat.
Beberapa penyebab yang sering bikin “nyesek” antara lain karena oli berubah jadi lumpur (sludge). Ini bisa disebabkan karena sering telat ganti oli atau pakai oli palsu sehingga oli tidak melumasi dan justru menghambat.
Vonis terberat adalah karena metal jalan dan metal duduk mulai kena.
5. Tenaga Mesin “Ngempos” dan Bensin Boros
Pernah merasa mobilmu jadi lebih berat saat menanjak, atau harus injak gas lebih dalam hanya untuk menyalip kendaraan? Dan biasanya disertai dengan pemakaian bahan bakar lebih boros.
Mungkin ini ciri-ciri mesinmu udah “lelah”. Walaupun juga ada kemungkinan penyebab lainnya ya. Tapi di kasus ini, mesinmu sedang kehilangan efisiensinya
Untuk memastikannya tentu saja bisa di lakukan tes tekanan kompresi.
Jika test kompresi menunjukkan hasil dibawah spesifikasi, ini pertanda sudah ada keausan dan kebocoroan komponen. Biasanya terjadi pada mobil yang kurang perawatan ataupun yang memiliki jarak tempuh tinggi
6. Lampu Indikator Nyala tapi Diabaikan
Banyak orang menganggap lampu cek Engine atau indikator oli yang berkedip itu cuma masalah soket kotor dan atau kendor. Walaupun ada kasus seperti itu, tapi banyak juga yang kasusnya parah.
Ketika indikator oli berkedip, ini peringatan keras buat kita untuk memeriksa apakah olinya kurang atau karena sistem pelumasan tidak bekerja dengan baik.
Sedangkan untuk cek engine menyala, memang tergantung kerusakannya. Jika arahnya adalah timing pembukaan katup atau vvt yang bermasalah, segera cek apakah oli berlumumpur atau tidak. Jika iya segera perbaiki karena mungkin oil strainer sudah mampet.
Masalahnya, kawan montirpedia tidak bisa sekedar menghapus kode error pakai alat scanner lalu berharap masalah selesai. Atau hanya dengan lepas aki mobil sebentar langsung selesai.
Untuk kasus cek engine yang menyala karena sebab sensor lain, tentunya harus ditelusuri lebih lanjut. Jangan dianggap kasusnya sama dan nakut-nakutin
Penutup
Mesin mobil itu jujur dan tidak pernah bohong. Ia selalu memberikan sinyal, mulai dari “bisikan” halus berupa air radiator yang sering haus, hingga “teriakan” keras lewat lampu indikator yang menyala akibat tumpukan oil sludge.
Bagi kita, menunda perbaikan mungkin karena seperti menghemat uang untuk sementara. Namun dalam bahasa bengkel, penundaan adalah cara paling efektif untuk mengubah masalah sepele menjadi tagihan puluhan juta. Jangan tunggu sampai mesinmu benar-benar rusak.