
Salah satu mobil yang sering kita jumpai dijalan adalah BMW 325i E90. Tipe ini merupakan salah satu varian E90 yang di jual di Indonesia, menemani 318i dan 320i dan 330i
Untuk model yang saya foto, adalah generasi tahun 2005 sebelum LCI.
Ngomong-ngomong soal BMW E90, mobil ini merupakan generasi kelima yang diproduksi sekitar tahun 2004-2011. Hanya saja di Indonesia baru diperkenalkan pertama kali tahun 2005.
Salah satu tipe yang dijual asaat itu adalah 325i E90 dengan mesin 2500 cc (N52) dengan transmisi otomatis 6 percepatan.
Dimensi
Panjang 4.520 mm, Lebar 1.817 mm, Tinggi 1.424 mm, Wheelbase 2.760 mm. Untuk kita bisa buka pintu lebar-lebar, mobil ini perlu ruang hingga 3.624 mm
Tampak depan
Lampu utamanya berbentuk agak oval dan tegas lengkap dengan angel eyes khas BMW. Ini dipadukan dengan kidney grille yang tegak (sehingga terkesan lebih kokoh). Bumper Depannya sederhana namun tetap sporty, dilengkapi dengan foglamp bulat yang terletak dibawah.

Tampak samping
Dari samping, garis bodi yang lurus dari fender depan hingga ke belakang. Ini yang memberiksan kesan lebih elegan. Untuk spion masih bergaya sederhana dan tanpa dilengkapi lampu sein, sementara velg multi spoke dengan ukuran ban 225/45 ZR17 94W

Tampak Belakang
Bagian belakang memadukan desain lampu kotak dengan kombinasi merah putih yang masih menggunakan bohlam konvensional. Knalpot ganda disisi kiri menjadi ciri varian untuk 6 silinder.

Interior
Kalau masuk ke kabin, kesannya memang driver-oriented, untuk door trim dan dashboard soft-touch, dan ada aksen kayu atau aluminium tergantung paket trim yang dipilih
Jok sudah menggunakan kulit (leather) dengan pengaturan elektrik dikursi depan, lengkap dengan memory seat untuk pengemudi.

Instrumen klaster memakai desain analog klasik BMW ; dua dial besar untuk speedometer dan tachometer, mengapit layar kecil untuk MID
Kinerja Mesin dan Powertrain

BMW 325i E90 tahun 2005 dibekali mesin N52B25 dengan konfigurasi inline (6 silinder segaris), naturally aspirated, dengan kapasitas 2.497 cc.
- Tenaga maksimumnya sekitar 218 hp pada 6.500 rpm,
- Torsi maksimum sekitar 250 Nm pada 2.750 rpm.
- Dilengkapi teknologi Double Vanos (variable valve timing) dan Valvetronic (kontrol bukaan katup)
Transmisi yang terpasang pada mobil ini adalah transmisi otomatis 6 percepatan ZF 6HP19. Penggerak mobil tetap RWD (Rear Wheel Drive).
Kemudi, Rem dan Suspensi
Sistem kemudi mobil ini masih menggunakan rack and pinion dengan power steering hidrolik. Diameter setir agak kecil dengan desain tiga palang yang dilengkapi tombol multifungsi.
Sistem pengereman menggunakan cakram pada keempat roda, dengan dilengkapi ABS, EBD dan Dynamic Stability Control (DSC). Untuk rem parkir masih menggunakan tipe handbrake tarik.
Suspensi depan dengan tipe McPherson strut dan belakang dengan Multi link (5-link)
Fitur Utama
Untuk fitur keamanan, BMW 325i E90 ini dilengkapi dengan ABS, DSC, airbag depan dan samping. Sedangkan untuk kenyamanan, mobil ini sudah didukung Dual Zone Automatic Climate Control sehingga kita bisa atur suhu AC kanan dan kiri masing-masing.
Selain itu juga terdapat fitur Cruise Control, Steering Wheel Multifunction, dll.
Saran Perawatan & Tips
Seperti biasa, saya akan mengurutkan dengan metode POWER (Paper, Oil, Water, Electric, Rubber).
Kita mulai dengan paper (kertas)
Yang perlu teman-teman perhatikan adalah filter udara dan filter cabin. Keduanya juga harus sering-sering diperhatikan dan dibersihkan dan jika perlu ganti. Mungkin boleh diambil patokan 40.000 km atau dua tahun untuk ganti.
Dan tidak lupa saya ingatkan untuk bayar pajak mobil sesuai jadwalnya. Kira-kira pajaknya adalah …. (wait.. aku cek dl. hehe)
Oli dan cairan apa saja yang perlu diperhatikan?
Untuk oli mesin, kita bisa ganti setiap 5.000-10.000 km atau 6 bulan berikut dengan ganti filter olinya. Tetapi untuk amannya jika mobil kita sering dipakai macet-macetan, kita bisa ganti setiap 5.000 km.
Jangan lupa juga untuk minyak rem, silahkan kuras paling tidak setiap 40.000 km atau maksimal 2 tahun. Termasuk juga untuk minyak power steering.
Untuk oli transmisi otomatis, sebaiknya ganti setiap 40.000 km berikut juga dengan filternya. Sedangkan untuk oli gardan, kita bisa ganti setiap 10.000 – 20.000 km
Bagaimana dengan water?
Untuk water dimobil ini yang perlu diperhatikan adalah air washer dan juga coolant. Untuk air washer kita bisa isi dengan air biasa atau air khusus washer, sedangkan coolant sebaiknya ganti setiap 40.000 km atau 2 tahun.
Electric & Electronic.
Untuk perawatan khusus terhadap electrical, saya sarankan mulai dari biangnya yaitu aki. Cek apakah terminal akinya terpasang dengan baik dan tidak ada masalah dengan pengisian.
Sejauh tidak ada lampu indicator yang menyala, seharusnya sistem electronicnya baik-baik saja.
Rubber
Karet-karet yang perlu diperhatikan di mobil ini adalah Drive-Belt, apakah retak-retak atau tidak, jangan sampai dibiarkan hingga putus di jalan. Kebetulan mobil ini menggunakan timing-chain, sehingga kita ga perlu kuatir jadwal penggantiannya.
Selanjutnya adalah wiper, apakah ketika dioperasikan masih bagus atau tidak. Jika sudah tidak bersih, sebaiknya ganti.
Yang cukup repot adalah karet-karet yang ada dikaki-kaki. Terkadang agak sulit untuk diintip.
Penutup
Karena usianya sudah hampir dua dekade, tentunya kita perlu usaha lebih untuk merawat dan memperhatikan mobil ini agar selalu prima.
Berikut ini adalah produk rekomendasi untuk merawat mobil ini.