Kapan Piringan Cakram Mobil Perlu Dibubut atau Diganti? Ini Ciri-cirinya!

ciri cakram perlu dibubut

Ada kalanya, piringan cakram mobil perlu di bubut, lurrs. Tetapi kalau sudah melewati limit atau terlalu tipis, ya musti diganti.

Lantas bagaimana ciri-ciri piringan cakram mobil perlu dibubut? dan kapan perlu diganti?

Apa itu Bubut Cakram?

Bubut disini adalah meratakan kembali permukaan cakram rem yang sudah tidak rata atau bergelombang, agar kembali seperti bentuk aslinya. Proses ini dilakukan menggunakan mesin bubut khusus, dan hanya bisa dilakukan jika ketebalan cakram masih dalam batas aman.

Ciri-ciri Cakram Harus Dibubut

Ada beberapa gejala yang bisa sampeyan rasakan saat cakram mulai bermasalah dan butuh dibubut:

  1. Pedal rem terasa bergetar saat diinjak.
  2. Setir ikut bergetar saat pengereman di kecepatan tinggi.
  3. Pengereman terasa “nggigit-lepas-nggigit” (pulsing).
  4. Timbul bunyi gesekan yang nggak biasa, terutama saat ngerem pelan.

Secara fisik, permukaan cakram terlihat nggak rata. Ada yang bergelombang seperti permukaan cakram habis dipanggang, ada juga yang tampak seperti punya “alur” atau parit kecil bekas gesekan kampas.

Tetapi,

…tidak semua piringan bisa dibubut, karena piringan cakram itu punya ketebalan minimum, sebagian speknya bisa kita lihat di piringannya.

Kalau misalnya kita ukur piringan cakram sudah terlalu tipis, itu tentunya sebaiknya diganti.

Karena kalau terlalu tipis, cakram bisa panas berlebihan, gampang melengkung, bahkan bisa retak. Dan itu bahaya banget saat pengereman mendadak.

Kok Bisa Cakram Bergelombang?

Ini yang sering nggak disadari…

Ketika kita ngerem, kampas rem bergesekan dengan cakram dan menghasilkan panas tinggi — bisa sampai ratusan derajat Celsius. Kalau ini terjadi terus-menerus, misalnya:

  • Ngerem lama di turunan panjang,
  • Sering ngerem mendadak dari kecepatan tinggi,
  • Atau setelah panas langsung disiram air saat nyuci mobil,

…cakram bisa mengalami thermal shock. Logamnya memuai saat panas, lalu langsung menyusut mendadak saat kena air dingin. Akibatnya: cakram melengkung alias “run out”, dan permukaannya nggak rata lagi.

Kalau hujan gimana?

Tenang lurr, air hujan memang bikin cakram basah, tapi proses pendinginannya lebih bertahap. Jadi, nggak bikin melengkung langsung kayak kalau disiram air selang pas cakram masih membara.

Tapi tetap, pengereman di jalan basah memang butuh perhatian ekstra.

Kesimpulan Montirpedia

Ada beberapa poin yang bisa kita simpulkan :

  • Bubut cakram bisa jadi solusi hemat, asal ketebalan cakram masih aman.
  • Jangan asal disiram setelah ngerem berat, bisa bikin cakram bengkok.
  • Selalu ukur ketebalan cakram sebelum memutuskan bubut atau ganti.
  • Kalau sudah getar-getar atau permukaan cakram nggak rata, jangan tunda cek rem mobil sampeyan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

Scroll to Top