Fan Belt Putus Saat Mobil Jalan, Apa Efeknya pada Mobil?

drive belt atau fan belt putus, apa efeknya?

Kalau fan belt atau drive belt putus ketika mobil jalan, dampaknya bisa cukup serius karena satu belt ini memutar beberapa komponen penting mesin.

Mobil masih bisa hidup sebentar, tapi tidak aman untuk diteruskan jalan.

Komponen ini punya tugas penting untuk meneruskan putaran agar beberapa sistem tetap bekerja normal. Mulai dari alternator, pompa air, power steering, hingga AC. Semuanya bergantung pada putaran fan belt.

Masalahnya, ketika fan belt putus saat mobil sedang digunakan, tentu akan menggangu jadwal perjalanan pemilik mobil. Dan yang bikin ngeri kalau sampai overheat, semua itu terjadi hanya dalam beberapa menit.

Apa itu Fan Belt?

Fan belt itu sebutannya dulu, untuk sekarang sebenarnya lebih cocok disebut drive belt atau sarpentine belt.

Karena sekarang drive belt yang berupa sabuk karet ini menghubungkan putaran mesin ke beberapa komponen selain kipas. Dan bahkan di beberapa mobil yang sudah menggunakan electric fan, belt tidak memutar kipas atau fan.

Pada mobil modern, drive belt biasanya menggerakkan:

  • Alternator
  • Water pump (pompa air)
  • Kompressor AC
  • Power Steering pump
  • Kadang termasuk vacuum pump.

Artinya ketika putus, beberapa sistem langsung berhenti bekerja secara bersamaan.

Apa yang Terjadi jika Fan Belt Putus?

1. Alternator berhenti mengisi Aki.

Saat fan belt putus, alternator tidak berputar. Akibatnya aki tidak mendapat pengisian listrik.

Awalnya mungkin mobil masih bisa jalan beberapa menit karena memakai sisa daya aki. Tetapi setelah tegangan drop:

  • Lampu mulai redup
  • Indikator aki menyala
  • Audio mati
  • Mesin akhirnya mogok

Banyak orang baru sadar setelah mobil tiba-tiba mati di jalan

2. Mesin Bisa Overheat

Pada banyak mobil, waterpump ikut diputar oleh fan belt. Ketika belt putus, sirkulasi coolant berhenti total, akibatnya:

  • Temperatur mesin naik drastis
  • Air radiator mendidih
  • Indikator suhu naik
  • Mesin bisa overheat dalam waktu singkat

Kalau tidak keterusan harusnya aman, tetapi kalau sampai mesin mogok karena overheat, mungkin kerusakannya akan jauh lebih mahal.

3. AC Langsung Tidak Dingin

Karena kompressor AC ikut digerakkan drive belt, maka saat belt putus, kompressor berhenti bekerja dan AC langsung tidak dingin

4. Setir Bisa Mendadak Berat

Pada mobil dengan hydralic power steering, pompa power steering juga digerakkan fan belt.

Ketika belt putus:

  • Setir mendadak berat
  • Manuver jadi sulit

Dan tentunya pengemudi jad lebih pegal dan capek ketika berkendara.

Ciri-ciri Fan Belt Mau Putus

Sebelum benar-benar putus, biasanya ada beberapa gejala

  • Bunyi cit-cit dari mesin terutama saat pagi hari atau ketika AC dinyalakan
  • Permukaan belt retak
  • Belt mulai kendor
  • Lampu indikator aki menyala sesekali

Kalau gejala-gejala diatas muncul, jangan tunggu sampai putus di jalan

Penutup

Harga Fan Belt mungkin hanya ratusan ribu, tapi efek efek putus dijalan sungguh merepotkan. Pastikan Anda melakukan pengecekan rutin setiap 10.000 km dan penggantian ketika sudah muncul gejala

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

Scroll to Top